Geger Surabaya! Penemuan Mayat Bayi Laki-laki di Lingkungan Sekolah Dasar
Warga dan pihak sekolah dasar (SD) Negeri XX di kawasan Surabaya Pusat dibuat geger dengan penemuan mayat balita laki-laki di lingkungan sekolah pada Kamis pagi, 10 April 2025, sekitar pukul 07.00 WIB. Mayat bayi malang tersebut ditemukan pertama kali oleh seorang petugas kebersihan sekolah di area belakang gedung sekolah, dekat dengan taman yang jarang dilalui. Penemuan mayat bayi ini sontak menimbulkan kepanikan dan kesedihan di lingkungan sekolah.
Informasi mengenai penemuan mayat balita ini segera dilaporkan kepada pihak kepolisian Polsek Tegalsari. Tim Inafis Polrestabes Surabaya langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Berdasarkan pemeriksaan awal, mayat balita laki-laki tersebut diperkirakan baru dilahirkan beberapa hari yang lalu. Kondisinya memprihatinkan dan diduga kuat sengaja dibuang oleh orang tuanya.
Kapolsek Tegalsari, Kompol Imam Mustofa, S.H., M.H., saat memberikan keterangan pers di lokasi kejadian, membenarkan adanya penemuan mayat bayi di lingkungan sekolah dasar tersebut. “Kami telah melakukan olah TKP dan menemukan mayat bayi laki-laki. Saat ini, jenazah bayi telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematiannya. Kami juga sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap siapa pelaku yang tega membuang bayi ini,” ujar Kompol Imam Mustofa. Informasi mengenai ancaman hukuman bagi pelaku pembuangan bayi dapat diakses melalui Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Perlindungan Anak.
Lebih lanjut, Kompol Imam Mustofa mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait penemuan mayat balita ini atau mengetahui adanya ibu hamil yang menghilang secara mencurigakan untuk segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. Pihaknya juga выражая keprihatinannya atas tindakan tidak bertanggung jawab tersebut dan berjanji akan mengusut tuntas kasus penemuan mayat bayi ini. Pihak sekolah dan dinas pendidikan setempat juga telah memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa dan guru yang merasa trauma dengan kejadian ini. Penemuan mayat bayi di lingkungan sekolah ini menjadi pelajaran yang menyedihkan dan diharapkan tidak terulang kembali.
