Pasar Terapung Banjarmasin: Tradisi Barter Kuno yang Masih Eksis Hingga Kini

Admin_detrian/ Mei 2, 2026/ Berita

Kalimantan Selatan dikenal sebagai wilayah seribu sungai, dan jantung dari budaya perairan ini terangkum dengan sangat indah di Pasar Terapung Banjarmasin. Aktivitas perdagangan di atas air ini telah berlangsung selama berabad-abad dan menjadi simbol ketahanan budaya masyarakat Banjar dalam beradaptasi dengan lingkungan sungai. Sejak fajar menyingsing, puluhan hingga ratusan perahu kayu kecil yang disebut jukung akan berkumpul di muara sungai, menciptakan pemandangan warna-warni dari hasil bumi dan kerajinan tangan yang ditawarkan oleh para pedagang yang mayoritas adalah ibu-ibu tangguh berpakaian khas setempat.

Hal yang membuat Pasar Terapung Banjarmasin begitu istimewa dibandingkan dengan pasar modern adalah bertahannya sistem Tradisi barter atau tukar-menukar barang yang sudah ada sejak zaman kerajaan. Meskipun mata uang sudah digunakan secara luas, praktik menukar hasil kebun dengan ikan atau kebutuhan pokok lainnya masih sering ditemui di sini. Suasana pasar sangat dinamis dengan suara dayung yang membelah air dan teriakan ramah antar pedagang yang saling bertukar sapa. Bagi wisatawan, momen ini bukan sekadar aktivitas belanja, melainkan sebuah pertunjukan budaya hidup yang memperlihatkan bagaimana manusia bisa hidup berdampingan secara harmonis dengan aliran sungai yang menjadi urat nadi kehidupan.

Berada di tengah Pasar Terapung ini memberikan sensasi yang sangat unik karena Anda harus menaiki perahu untuk bisa bertransaksi. Salah satu pengalaman kuliner yang wajib dicoba adalah menyantap Soto Banjar atau nasi kuning langsung di atas jukung yang bergoyang pelan tertiup angin sungai. Para pedagang makanan biasanya memiliki peralatan masak lengkap di atas perahu mereka, memberikan aroma harum yang menggugah selera di tengah udara pagi yang segar. Keahlian para pedagang dalam menjaga keseimbangan perahu sambil melayani pembeli adalah pemandangan luar biasa yang menunjukkan kedekatan fisik dan batin mereka dengan air.

Pemerintah kota di wilayah Banjarmasin terus berupaya melestarikan pasar ini melalui berbagai festival dan bantuan bagi para pemilik jukung agar tradisi ini tidak hilang ditelan zaman. Meskipun kini banyak pasar daratan yang lebih praktis, pasar terapung tetap memiliki tempat di hati masyarakat dan menjadi magnet utama pariwisata Kalimantan Selatan. Wisatawan disarankan datang sekitar pukul 05.30 pagi untuk melihat puncak aktivitas pasar karena biasanya saat matahari mulai meninggi, para pedagang akan perlahan bubar dan kembali ke desa masing-masing. Fotografi di tempat ini memerlukan kecepatan dan ketepatan karena objek yang terus bergerak di atas air.

Share this Post