Ketua RT Korban Begal Airsoft Gun Dimintai Keterangan Kapolres Jakut
Kasus pembegalan yang menimpa seorang Ketua Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Utara pada Selasa malam, 22 April 2025, terus bergulir. Bapak Slamet (52 tahun), Ketua RT 05/RW 03 Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, yang menjadi korban begal dengan menggunakan senjata airsoft gun, hari ini, Rabu 23 April 2025, dimintai keterangan langsung oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Utara, Komisaris Besar Polisi Gidion Arif Setyawan.
Pemanggilan korban begal ini dilakukan di ruang kerja Kapolres Metro Jakarta Utara sebagai bagian dari upaya penyelidikan intensif yang sedang dilakukan oleh pihak kepolisian. Kapolres ingin mendapatkan keterangan langsung dari korban begal terkait kronologi kejadian, ciri-ciri pelaku, serta barang-barang berharga yang berhasil dibawa kabur oleh pelaku.
“Kami sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa Bapak Slamet. Sebagai bagian dari upaya pengungkapan kasus ini, hari ini kami memanggil beliau untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujar Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan usai pertemuan dengan korban begal. Beliau menambahkan bahwa keterangan dari korban sangat penting untuk membantu pihak kepolisian dalam mengidentifikasi dan menangkap pelaku secepatnya.
Berdasarkan keterangan Bapak Slamet sebelumnya kepada pihak kepolisian, peristiwa pembegalan terjadi sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Kramat Jaya, tidak jauh dari kediamannya. Saat itu, korban baru saja pulang dari kegiatan rapat di kantor kelurahan dan mengendarai sepeda motor seorang diri. Tiba-tiba, dua orang pelaku yang juga mengendarai sepeda motor memepet korban dan menodongkan senjata yang belakangan diketahui merupakan airsoft gun.
Karena merasa terancam, Bapak Slamet tidak melakukan perlawanan saat pelaku merampas tas miliknya yang berisi uang tunai sebesar Rp 2 juta, telepon genggam, dan beberapa dokumen penting. Setelah berhasil mendapatkan barang rampasan, kedua pelaku langsung melarikan diri. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Koja tidak lama setelah kejadian.
Kapolres Metro Jakarta Utara menegaskan bahwa pihaknya akan bekerja keras untuk mengungkap kasus korban begal ini dan menangkap pelakunya. Tim khusus telah dibentuk dan sedang melakukan penyelidikan di lapangan, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi lain.
“Kami tidak akanUnderestimate kasus ini. Keamanan dan kenyamanan warga Jakarta Utara adalah prioritas kami. Kami akan melakukan segala upaya untuk menangkap pelaku begal ini dan memberikan rasa keadilan kepada korban,” tegas Kombes Pol. Gidion Arif Setyawan. Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada saat beraktivitas di malam hari serta segera melaporkan kepada pihak berwajib jika melihat adanya aktivitas yang mencurigakan.
