Keluarga Korban Minta DPRK Sorong Usut Tuntas Kasus Wanita Dibunuh Oknum TNI AL

Admin_detrian/ April 29, 2025/ Berita

Luka mendalam masih dirasakan keluarga wanita yang menjadi korban pembunuhan tragis di Sorong, Papua Barat Daya. Mereka kini lantang meminta Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Sorong untuk mengusut tuntas kasus yang diduga melibatkan seorang oknum TNI AL. Harapan akan keadilan satu-satunya yang tersisa bagi keluarga yang ditinggalkan, dan mereka percaya DPRK memiliki peran penting dalam mengawal proses ini.

Keluarga korban merasa bahwa keadilan belum sepenuhnya berpihak kepada mereka. Mereka mendesak DPRK Sorong sebagai representasi suara rakyat untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret dalam mengusut tuntas kasus pembunuhan ini. Mereka berharap DPRK dapat menggunakan kewenangannya untuk melakukan pengawasan yang ketat terhadap jalannya penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwenang, termasuk Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal).

Permintaan agar DPRK Sorong mengusut tuntas kasus ini didasari oleh keinginan untuk mengungkap kebenaran secara menyeluruh dan memastikan bahwa oknum TNI AL yang diduga menjadi pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Kasus wanita dibunuh oleh oknum TNI AL ini menjadi sorotan tajam terkait penegakan hukum dan keadilan di Sorong. DPRK Sorong diharapkan dapat merespons dengan sigap permintaan keluarga korban dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kasus ini tidak ditutup-tutupi. Dukungan moral dan politis dari DPRK akan memberikan kekuatan bagi keluarga korban dalam memperjuangkan keadilan. Masyarakat Sorong juga turut memberikan dukungan dan berharap kebenaran segera terungkap, serta pelaku mendapatkan hukuman yang adil sesuai dengan hukum yang berlaku. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya supremasi hukum dan perlindungan terhadap hak asasi manusia bagi seluruh warga negara.

Keluarga korban juga menekankan pentingnya DPRK Sorong untuk memastikan adanya pendampingan hukum yang memadai bagi mereka selama proses penyelidikan dan persidangan nanti. Mereka berharap DPRK dapat mengadvokasi hak-hak korban dan memastikan bahwa keadilan benar-benar ditegakkan. Selain itu, keluarga korban juga berharap agar kasus ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, sehingga kejadian serupa tidak terulang kembali di masa depan.

Share this Post