4 Kecamatan di Kabupaten Sekadau Kalbar Terendam Banjir

Admin_detrian/ Maret 25, 2025/ Berita

Empat kecamatan di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, dilaporkan terendam banjir akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Banjir ini menyebabkan aktivitas warga terganggu dan ribuan rumah warga ikut terdampak. Pemerintah daerah saat ini tengah mengupayakan penanganan darurat untuk membantu masyarakat terdampak.

Daerah yang Terendam Banjir di Sekadau

Empat kecamatan yang terendam banjir tersebut adalah Kecamatan Sekadau Hilir, Nanga Taman, Sekadau Hulu, dan Belitang Hilir. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa titik. Banjir menggenangi permukiman warga, fasilitas umum, serta lahan pertanian.

Dampak Banjir Terhadap Warga dan Infrastruktur

Banjir yang melanda wilayah ini mengakibatkan ribuan warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Selain itu, beberapa fasilitas umum seperti sekolah, pasar, dan rumah ibadah tidak bisa digunakan sementara waktu. Aktivitas ekonomi masyarakat lumpuh, dan akses transportasi terganggu karena jalan utama ikut terendam banjir.

Respons Cepat Pemerintah Daerah

Pemerintah Kabupaten Sekadau telah mengaktifkan posko darurat di setiap kecamatan yang terdampak. Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi dan distribusi bantuan kepada warga. Bantuan berupa makanan, air bersih, dan perlengkapan kebutuhan pokok disalurkan secara bertahap ke wilayah-wilayah terdampak.

Penyebab Utama Wilayah Terendam Banjir

Banjir yang terjadi disebabkan oleh curah hujan tinggi yang berlangsung terus-menerus serta meluapnya sungai Kapuas dan sungai Sekadau. Selain itu, kurangnya sistem drainase yang baik juga menjadi salah satu faktor wilayah ini rawan terendam banjir setiap musim hujan.

Imbauan Kepada Masyarakat Terdampak

Pemerintah mengimbau masyarakat yang berada di daerah rawan banjir untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. Masyarakat diminta tidak memaksakan diri untuk bertahan di rumah jika kondisi air terus meningkat dan segera mengungsi ke tempat yang telah disediakan.

Dengan kerja sama semua pihak dan kesigapan pemerintah daerah, diharapkan kondisi darurat ini dapat segera ditangani dan masyarakat yang terdampak bisa kembali beraktivitas secara normal.

Share this Post